Berita Dalam Negeri

Sinergi Antara TNI-Polri dengan Seluruh Departemen untuk Mengatasi Pandemi

Sinergi Antara TNI-Polri dengan Seluruh Departemen untuk Mengatasi Pandemi – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo melakukan pengarahan pada Prajurit TNI serta beberapa Anggota Polri di Batalyon Infanteri Raider 751 / Vira Jaya Sakti, Jayapura.

Sinergi Antara TNI-Polri dengan Seluruh Departemen untuk Mengatasi Pandemi

Sumber : beritasatu.com

freedomfchs – Dalam pengarahan kali ini yang diikuti Pranirit TNI dan Anggota Polri, Pangglima TNI menyampaikan terkait Pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus berlangsung, TNI-Polri harus menjadi contoh disiplin melaksanakan protokol kesehatan darokesehatan. Selain itu sinergi (Selain itu sinergi) TNI-Pori

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa Babinsa dll yang setiap hari melakukan pembinaan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Tentunya mereka harus mengenal dan pasti sudah mengenal tokoh-tokoh berpengaruh di tengah masyarakat.

“TNI-Polri wajib terus melakukan sinergi melalui beberapa komunikasi dalam penugasan tersebut.

Diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, Dalam pengarahan kali ini yang diikuti Prajurit TNI serta Anggota Polri, Pangglima TNI menyampaikan terkait Pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus berlangsung, TNI-Polri harus berlangsung.

Selain itu sinergi TNI dengan Polri dengan segenap komponen bangsa lainnya sangat dibutuhkan untuk menekan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional. “Logikanya, apabila kita disiplin melaksanakan 3M maka kita dapat terhindar dari penularan Covid-19 dan masih dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari”, Tang Banglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI juga menjelaskan bahwa Babinsa dll yang setiap hari membina masyarakat mempunyai peran yang sangat penting. Merka seharusnya mengenal serta pasti sudah mengenal tokoh-tokoh berpengaruh di tengah masyarakat.

Prajurit TNI serta anggota Polri lainnya, turut menjadi teladan, yang kemudian mengajak wqarga  di lingkungan di sekitarnya buat disiplin soal protokol kesehatan. “TNI-Polri selalu terus memantapkan sinergi dengan melakukan strategi komunikasi maupun kolaborasi dalam penugasan. Bangunkomunikasi yang baik satu sama lain.

Dalam keterangan infopublik.id, Hadi mengungkapkan personal TNI-Pori Harris Mengungkapkan · Disoplin Protocol Kisehatan. Hardy Manipapakan Kaikopapakan TNI-Polri bersama semua elemen bangsa lainnya memerlukan menekan laju penambahan kasus COVID-19 di Tanah Air dan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

“Logikanya, jikakita disiplin melaksanakan 3M, maka dari itu kita terhindar dari penularan COVID-19, dan masih dapat melaksanakan kegiatan Markharas harak Jaya / Vika Bajati (Jaya Bajati) Matt (26/2/2021).

Baca juga : 10 Negara Jatuh Resesi Ekonomi akibat Pandemi

Marsekal Hadi ikut menyampaikan, babinsa serta babinkamtibmas yang setiap hari melakukan pembinaan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Mereka tentu harus mengenal dan pasti sudah mengenal tokoh-tokoh berpengaruh di tengah masyarakat.

Prajurit TNI maupun anggota Polri lainnya, ikut serta menjadi sbuah teladan, dan mengajak warga di warga lingkungan di sekitarnya buat disiplin protokol kesehatan”.

Soliditas dan sinergi TNI-Polri telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai ancaman dan gangguan. Terlebih lagi, sampai saat insinergi juga  dapat ditandai dengan penurunan jumlah gesekan dengan personel TNI dan Polri.

Hal Tersebut Disampaikan Panglima TNI, di depan TNI-Polri tahun 2021, yang dilakukan secara langsung untuk protokol kesehatan yang ketat ataupun secara virtual di berbagai wilayah.

“Dari laporan yang masuk ke saya, terlihat bahwa jumlah kasus 2020 berkurang setengahnya dari jumlah kasus pada tahun 2016.Sebagai 2 institusi, energy yang dimilikio harus diajak sepenuhnya untuk upaya melakukan tugas pokok dan juga untuk kolaboras,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI dan Polri adalah saudara kandung yang lahir dalam satu rahim. Sejarah TNI-Polri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan dan sejarah bangsa.

Panglima TNI berkata: “Saint in TNI serta Polri menjadi 2 institusi penting yang mempunyai tugas spesifik yang ditetapkan undang-undang”.

Ia menilai ada ketidakjelasan batas atau persinggungan dalam menjalankan tugas antara TNI dan Polri, terutama dalam hal memberikan perlindungan bagi masyarakat, negara, dan negara.

Dia berkata: “Yang penting adalah kita harus setuju untuk tidak menyebutnya sebagai area abu-abu atau abu-abu.”

Menurut Panglima TNI, kawasan ini harus dilihat sebagai keterkaitan yang erat antara kawasan misi TNI dan Polri, atau biasa disebut sebagai kawasan sinergi. Mengingat semakin banyaknya tantangan yang semakin kompleks dan kebutuhan untuk mengadopsi langkah-langkah terpadu dan lintas sektor, kesadaran ini pasti akan semakin kuat.

Diakui Panglima, saat ini masih ada beberapa persoalan nasional yang harus diselesaikan bersama oleh TNI dan Polri, bahkan melibatkan seluruh komponen yang ada.

Ia mengatakan: “Kami sekali lagi melihat sinergi TNI-Polri dalam penanggulangan bencana alam, bagaimana TNI-Polri membela pilkada serentak dan merumuskan prosedur kesehatan sejak pandemi Covid-19.”

Ia meyakini melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik antara TNI-Polri terbukti berhasil membantu menanggulangi bencana alam dan memastikan terselenggaranya Pilkada yang dilaksanakan serentak saat pandemi Covid-19 pada Desember 2020.

Komando Tentara Nasional Indonesia menyatakan pemerintah saat ini telah menetapkan tema dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, yaitu percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Tentu saja, hal tersebut hanya dapat dicapai dengan memastikan penanganan Covid-19 yang berkelanjutan dan pemulihan ekonomi.

“Saat ini, pemerintah sedang fokus menangani Covid-19, dan kebijakannya didasarkan pada komunitas RT-RW terkecil dan rencana vaksinasi nasional, dengan tujuan untuk membatasi kegiatan komunitas mikro (PPKM) di Jawa dan Bali. Dia berkata: “Ini akan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan Covid. 19 Untuk mengurangi jumlah kasus dan membuat kemajuan, “

Dijelaskannya, dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah, TNI telah merumuskan beberapa strategi penguatan sinergi TNI-Polri guna mendukung pemerintah dalam mencapai tujuan penanggulangan Covid-19 dan pemulihan perekonomian nasional, yakni melalui komunikasi, koordinasi. dan strategi kolaborasi.

Hardy mengatakan, terkait pandemi Covid-19 yang masih merajalela, TNI-Polri harus menjadi model disiplin penerapan prosedur kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kata dia, diperlukan sinergi antara TNI-Polri dengan seluruh departemen di tanah air untuk mengatasi pandemi dan memulihkan perekonomian nasional.

Listyo, Komisioner Polri Kantor Subden Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mengatakan: “Diskusikan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban), termasuk implementasi perjanjian sanitasi, kegiatan usaha di Poso dan Papua, serta penanganan bencana alam”,

Lisztyo mengatakan tujuan kunjungan ini adalah untuk meningkatkan sinergi dan kekuatan mantan Kapolres Barisan Nasional semasa menjabat Panglima Barisan Nasional Marsekal Jadijanto. Misalnya, kegiatan misi koperasi pengabdian masyarakat dan masyarakat yang dilakukan antara kedua organisasi.

Soliditas dan sinergi TNI Polri yang baik dan solid diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama untuk menjaga kamtbmas.

Di saat yang sama, Panglima TNI Marsekal Nidi Hadi Jajanto mengatakan beberapa agenda dibahas dalam pertemuan dengan Kapolri. Salah satunya adalah rencana rapat pimpinan TNI-Polri yang akan digelar pada Februari 2021.

Hardy menambahkan, dalam menghadapi pandemi virus corona, Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI) bekerja sama untuk memberikan edukasi dan sosialisme kepada masyarakat. Menarik seperti menggunakan masker.

Dia mengatakan: “Menggunakan topeng akan melindungi Anda, dan Anda akan melindungi saya dari virus menular ini. Sinergi TNI-Polri dan dukungan dari sektor masyarakat lainnya adalah aset dasar untuk melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Panglima TNI mengatakan, seiring dengan peningkatan sinergi, friksi antara personel TNI dan Polri juga berkurang. “Dari laporan yang disampaikan kepada saya, terlihat jumlah kasus di tahun 2020 sudah berkurang setengahnya dibandingkan dengan jumlah kasus di tahun 2016. Sebagai dua lembaga strategis nasional, energi kita harus sepenuhnya didedikasikan untuk pelaksanaan tugas pokok dan usaha lintas sektor. Kerjasama departemen. ”jelasnya.

Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah saudara kandung yang lahir.  Dalam Sejarah TNI-Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan dan sejarah bangsa. Panglima TNI mengatakan: “Saat ini TNI dan Polri adalah dua institusi penting yang mengemban tanggung jawab khusus sesuai dengan hukum.”

Menurut Panglima TNI, terdapat ketidakjelasan batas atau persinggungan dalam menjalankan misi TNI dan Polri, terutama dalam hal memberikan perlindungan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dia berkata: “Yang penting adalah kita harus setuju untuk tidak menyebutnya sebagai wilayah abu-abu.”

Menurut Panglima TNI, kawasan ini harus dilihat sebagai keterkaitan yang erat antara wilayah misi TNI dan Polri, atau secara umum dinyatakan sebagai wilayah sinergi. Mengingat semakin banyaknya tantangan yang semakin kompleks dan kebutuhan untuk mengadopsi langkah-langkah terpadu dan lintas sektor, kesadaran ini pasti semakin kuat.

Ia juga mengatakan, ada beberapa persoalan nasional yang harus diselesaikan bersama oleh TNI dan Polri, bahkan melibatkan seluruh komponen yang ada. Ia mengatakan: “Kami sekali lagi melihat sinergi TNI-Polri dalam penanggulangan bencana alam, bagaimana TNI-Polri membela pilkada serentak dan merumuskan prosedur kesehatan sejak pandemi Covid-19.”

Ia mengatakan: “Melalui komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik antara TNI dan Polri terbukti berhasil membantu penanggulangan bencana alam dan memastikan pilkada serentak saat pandemi Covid-19 pada Desember 2020. Realisasinya,” tambahnya.

Komando Tentara Nasional Indonesia menyatakan pemerintah saat ini telah menetapkan tema dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, yaitu percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Tentu saja, hal tersebut hanya dapat dicapai dengan memastikan penanganan Covid-19 yang berkelanjutan dan pemulihan ekonomi.

“Saat ini pemerintah sedang fokus menangani Covid-19, dan kebijakannya adalah membatasi komunitas terkecil di RT-RW dan kegiatan komunitas mikro (PPKM) di Jawa dan Bali serta rencana vaksinasi nasional. Dia mengatakan:“ Kebijakan ini Ini diharapkan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 untuk mengurangi jumlah kasus dan mencapai tujuan tersebut. “

Panglima TNI menjelaskan bahwa sebagai implementasi dari kebijakan yang ditetapkan pemerintah, TNI telah merumuskan beberapa strategi untuk memperkuat sinergi TNI-Polri guna mendukung terwujudnya tujuan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan pemulihan perekonomian nasional. yaitu melalui strategi komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

Menurutnya, sangat cocok untuk konferensi TNI-Polri tahun ini yang bertemakan “Berdasarkan profesionalisme, persatuan dan sinergi, TNI-Polri siap mendukung rapat paripurna tentang Covid-19 dan pemulihan ekonomi negara di Indonesia. ketertiban menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk Indonesia Maju ”.

Panglima TNI menjelaskan bahwa sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan pemerintah, TNI telah menyusun beberapa strategi untuk memperkuat sinergi TNI-Polri guna mendukung tujuan pemerintah dalam merespon Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional. Yaitu melalui strategi komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

Baca juga : Deretan Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19

Menurutnya, konferensi TNI-Polri tahun ini sangat sesuai dengan tema “Berdasarkan profesionalisme, persatuan dan sinergi, TNI-Polri siap mendukung rapat paripurna Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia. persatuan dan kesatuan nasional. Untuk senior Indonesia “.

Kepolisian Papua secara terbuka menyatakan: “Komandan Pos terdepan dan Kapolres akan tinggal di Jayapura selama lima sampai enam hari. Kehadiran mereka membuktikan keseriusan pemerintah pusat menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi masyarakat Papua yang kondusif untuk menua nanti. lalu. ”Komisaris Utama Ahmad Kamal (Ahmad Kamal) seperti dikutip Antara, Selasa (3/9).

Sikap Hardy dan Tito tak lepas dari ketegangan yang terjadi di Papua dan Papua Barat sejak pertengahan Agustus lalu. Banyak protes terjadi di berbagai belahan bumi di Cenderawasih.

Bahkan ada demonstrasi yang berujung pada hancurnya bangunan komersial dan fasilitas umum. Misalnya yang terjadi di Abepura, Entrop, Jayapura dan Sorong.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan 68 tersangka dalam serangkaian peristiwa di Papua dan Papua Barat. Polisi belum menarik pasukan lain yang dikirim ke Papua dari daerah lain.

Tim Forkopimda Jawa Timur juga bergabung lewat koneksi virtual ke Polda Jatim. Ikuti juga jalur Rapim, termasuk Pangdam V Brawijaya Mayor. Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Wartawan Pangarmada II Laksda TNI I.N.G Sudih dan Gubernur AAL Laksda TNI Tunggul Suropati.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Dankodiclatal, Danpuspenerbal, Danlantamal V, Danpasmar 2, Kasgartap ll / Sby dan Danrem 084 Bhaskara Jaya.

Panglima TNI dan Kapolri memberikan pelatihan tentang kebijakan dan strategi TNI untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Polri. Keduanya secara khusus menekankan upaya penanggulangan pandemi Covid-19 dan pemulihan perekonomian nasional.

Pada pertemuan ini, peserta juga disimak pengarahan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pidato tersebut tentang sinergi Kemenkes pada rapat pleno Covid-19 untuk mewujudkan Indonesia sehat tahun 2021. Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memberikan sambutan.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Ahmad Taufan Damanik) menegaskan isu strategis HAM. Selain itu, ia juga menyampaikan tantangan penghormatan HAM dalam memenuhi tugas TNI dan Polri.

Panglima TNI didampingi Plt Kapolri Komjen Pol mengatakan: “Tanpa sinergi ini pasti akan ada kerusuhan, tapi dengan sinergi TNI dan Polri akan menghilangkan arogansi departemen dan mengatasi sedikit bahkan di tempat. Interferensi. ”Ari Dono Sukmanto (Ari Dono Sukmanto) pada Sabtu (26/10/2019) di Kodim 1702 / Mabes Jayawijaya pukul 820 TNI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua di depan para prajurit dan anggota Pori.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap