Berita Bencana Alam

Tanggul Citarum Jebol Menyebabkan Bekasi Terendam Banjir

Tanggul Citarum Jebol Menyebabkan Bekasi Terendam Banjir – Pada Sabtu (20/2/2021) malam, tanggul Sungai Citarum di Desa Babakan Banten, Bekasi jebol.

Tanggul Citarum Jebol Menyebabkan Bekasi Terendam Banjir

Sumber : merdeka.com

freedomfchs – Pecahan tersebut, membuat banyak wilayah Bekasi dilanda banjir parah sampai kemarin (Senin 2/2/2).

Wilayah tersebut meliputi 9 desa yaitu Desa Sumberurip, Karangharja, Gereja Karang Patri, Desa Bantar Sari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari dan Desa Bantarjaya.

Banjir di dekat lokasi tanggul sudah jebol, dan Desa Sumberurip di Kecamatan Pebayuran sudah surut.

Meski begitu, tim gabungan BPBD Kabupaten Bekasi dan TNI-Polri tetap melakukan proses evakuasi.

Korban  sementara itu ditempatkan di tempat penampungan yang lebih aman.

Lantas apa penyebab jebolnya bendungan di Pebayuran Bekasi? Berikut Tanggul Citarum Jebol Menyebabkan Bekasi Terendam Banjir yang berhasil dikutip di Detik.com, Selasa (23/2/2021), di antaranya:

1. Perbaikan Tunggu Air Surut

Sumber : news.detik.com

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, saat ini tidak bisa melakukan perbaikan tanggul Sungai Citarum yang roboh. Ini karena debit Sungai Chitalon saat ini masih tinggi.

Karena kita perlu melihat langsung situasi, tidak mungkin kita mengambil tindakan korektif. Kita bisa menunggu sampai situasi hilang sebelum melakukan perbaikan. ”Senin (22/2/2021), Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Eka menuturkan tanggul yang rusak panjangnya sekitar 50 meter. Saat ini, pihaknya fokus pada evakuasi warga yang terkena banjir.

Eka juga menjelaskan: “apapun tentang tanggul, kita juga dapat melihat bahwa penyebab banjir ialah robohnya tanggul sepanjang sekitar 50m. Tentu yang kami lakukan hari ini adalah mengevakuasi dan memberikan bantuan kepada korban banjir.”

Baca juga : Kejadian Kecelakaan Pesawat di Indonesia

2. Sudah 8.000 Warga Dievakuasi

Sumber : pikiran-rakyat.com

Pangdam Jaya, menjelaskan tenda pengungsi telah dikerahkan di semua tempat untuk mengantisipasi penyebaran virus. Saat ini, 8.000 warga telah dievakuasi di kamp pengungsian.

Pada Senin (22/2/2/2) Duden Abdullahman menjelaskan: “sedikitnya 16 pengungsian yang menghalangi mereka untuk menumpuk, dan sudah masuk 8.000 orang. Evakuasi dari kamp.”

3. Banjir Meluas ke 9 Desa

Sumber : news.detik.com

Dampak jebolnya Tanggul Sitarum di Kabupaten Bekasi meluas. Sekarang, sedikitnya 9 desa di Kecamatan Pebayuran terdampak rusaknya tanggul Sungai Citarum.

Bupati Bekasi menjelaskan kepada wartawan di Pos Pengungsi Saung Desa, Kabupaten Bekasi Kabupaten Pebayuran: “Pada hari pertama kemarin, 4 desa terendam dan pembangunan 9 desa meluas. Jadi jumlah airnya cukup besar.” Salah ( 22/2/2022).

Sembilan desa yang berada di Kecamatan Pebayuran tersebut merupakan Desa Sumber Urip, Desa Karangharja, Gereja Sumb, Desa Karang Patri, Desa Bantar Sari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari dan Desa Bantar Jaya.

4. Sebagian Bertahan

Sumber : megapolitan.okezone.com

Personel TNI-Polri terus mengevakuasi korban di tanggul Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Karena sebagian warga memilih tinggal di rumah, proses evakuasi terhambat.

Mayjen Pangdam Jaya menjelaskan pada wartawan di Pebayuran, Kabupaten Bekasi: “Hambatannya ada sebagian orang yang tidak mau mengungsi karena telah melindungi harta bendanya.”

5. Pengungsi Diswab

Sumber : liputan6.com

Ribuan korban Tanggul Sitarum di Pebaila, Kabupaten Bekasi dievakuasi ke lokasi pengungsian. Uji kapas dilakukan pada korban banjir untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala Inspektur Polda Metro Jaya Fadil Imran (Fadil Imran) mengatakan dalam wawancara dengan wartawan di Pebayuran, Kabupaten Bekasi: “Bagi yang memiliki gejala, kami melakukan intervensi terapeutik dan kami uji. Dan pelacakan agar tidak meluas. ”(Senin, 22/2/2021).

Fadil melanjutkan: “Tapi selama ini selama ada yang menjabat, jika ada pengaduan, kami akan melakukan pemeriksaan antigen.”

6. Tenda Dapur Umum

Sumber : fin.co.id

Polda Metro Jaya telah mengeluarkan alarm ke dapur umum di empat titik evakuasi untuk menginformasikan kepada warga terkena dampak patahan tanggul Citarum Bekasi. Tempat Makan telah disiapkan untuk memudahkan para pengungsi mendapatkan bantuan sembako.

Inspektur Jenderal Polda Metro Jaya Pol Fadil Imran (Pol Fadil Imran) mengatakan kepada wartawan dari Pos Sandesa: “Kami sudah menyiapkan 4 dapur umum. Karena masyarakat tidak hanya biskuit dan mie instan, dll.

Selain makanan kering, makanan instan juga ada. dibutuhkan. ”Senin (22/2/2021), Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi

Fadil menjelaskan, bahwa dapur umum dapat menyesuaikan para korban pengungsi di beberapa kamp itu.

Fadil juga menjelaskan: bahwa Kami menyesuaikan jumlah pengungsi, dengan yang kami masak.”

Baca juga : Kondisi Terkini Banjir Jakarta, Bekasi dan Subang Belum juga Surut

7. Kepala BNPB-Menteri PUPR dan Menko PMK Meninjau Langsung

Sumber : fakta.news

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan beberapa menteri meninjau langsung dampak banjir akibat ledakan tanggul Sungai Citarum, Senin (22/2/2021). Peninjauan dilaksanakan dari udara menggunakan helikopter.

Tim juga mengunjungi banyak lokasi lain yang terkena banjir di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Egy ​​Massadiah usai helikopter melakukan survei udara di Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Dalam keterangan yang diterima InfoPublik pada Senin (22/2/2/2), Egi mengatakan: “Kami terbang sekitar satu jam.”

Doni mengungkapkan, Kepolisian Nasional Prancis akan mengkoordinasikan dan mengkoordinasikan pekerjaan pendampingan korban, terutama dalam hal logistik yang sudah jadi.

Duny berkata: “Polisi Nasional Prancis akan berkoordinasi secara khusus untuk memberikan bantuan, terutama kepada komunitas yang terkena dampak.”

Selain itu, pihaknya akan memprioritaskan evakuasi korban yang bermasalah kesehatan.

Selain itu, Muhadjir Effendy mengatakan, setelah peninjauan, pihaknya berharap bisa meletakkan landasan bagi landasan kebijakan yang komprehensif.

Ia menjelaskan: “Dari sudut pandang ini, saya kira kita akan bisa menarik beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan komprehensif, terutama dari Menteri PUPR dan Kepala BNPB.”

Dalam kesempatan yang sama, Basuki Hadimuljono menjelaskan, dari pantauan udara, banjir bukan hanya akibat pecahnya tanggul sungai Citarum, tetapi juga rusaknya tanggul saluran irigasi.

Hal ini juga karena terletak di hilir Waduk Jatiluhur dan Sungai Cibeet yang merupakan anak Sungai Citarum.

Dia menjelaskan, arus Sungai Chibet yang masuk ke Sungai Chitarum mencapai 900 meter kubik per detik.

Ia menjelaskan: “Oleh karena itu, meskipun aliran air dari Jatiluhur berkurang karena hanya digunakan untuk listrik keliling, aliran ke Cibeet sudah mencapai 1.300 meter kubik per detik.”

Bersamaan dengan itu, dia menjelaskan, aliran Sungai Citarum hanya mampu menampung 1.100 meter kubik per detik, sehingga sungai tidak bisa lagi menahan aliran dan luapan sungai.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi, tanggul Sungai Tarum Barat pecah pada pukul 11.00 WIB pada Minggu (21/2). Hal ini mengakibatkan banjir di 4 desa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Kerawang di Jawa Barat.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap