Uncategorized

10 Tips Memulai Bisnis Hidroponik

10 Tips Memulai Bisnis Hidroponik – Hidroponik adalah salah satu cara untuk bercocok tanam dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Hidroponik merupakanbahasa Yunani yaitu hydro dan ponos.

10 Tips Memulai Bisnis Hidroponik

Sumber : accurate.id

freedomfchs – Istilah hidroponik digunakan untuk menggambarkan bagaimana bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Biasanya istilah ini disebut “pertanian tanpa lahan”.

Ini termasuk penanaman dalam pot atau wadah lain yang menggunakan air atau bahan berpori lainnya (seperti pecahan batu bata, pasir sungai, kerikil, dan gabus putih / styrofoam).

Permintaan tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan air pada budidaya tanaman berbasis tanah. Karena metode hidroponik ini masih dapat dibudidayakan secara efektif walaupun dengan volume air yang terbatas, metode ini dapat digunakan di lahan yang terbatas.

Dihimpun dari erakini.com , Inilah 10 Tips Memulai Bisnis Hidroponik yang sangat prospektif :

1. Mudah DIkembangkan

Sumber : ponpesmanana.blogspot.com

Hidroponik merupakan salah satu sistem budidaya tanaman yang mudah dikembangkan. Bagi Anda yang akan memulai bisnis ini, tepat untuk menjadikan artikel ini sebagai buku referensi yang tepat.

Karena pangsa pasarnya yang luas, hidroponik juga bisa menjadi budidaya dengan prospek yang luar biasa. Memanfaatkan modal yang dapat diperluas untuk setiap pemula yang mengembangkan bisnis untuk budidaya.

Kini, karena adanya perubahan kebijakan impor, kegiatan impor produk hortikultura Indonesia menjadi lebih mudah, yakni Menteri Perdagangan (Permendag No. 64/2018) dan Menteri Pertanian (Permentan No. 24 /) telah menerbitkan dua peraturan baru regulasi dan rekomendasi produk impor.

Sejalan dengan itu, kebijakan terkini semakin menindas produk pertanian lokal karena harus bersaing ketat dengan produk pertanian impor. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengubah sekitar 120.000 hektar lahan pertanian setiap tahun, yang digunakan untuk mengalihkan atau mengubah fungsi lahan pertanian.

Luas lahan pertanian di Indonesia terus menyusut tajam. Transformasi fungsi lahan pertanian di Indonesia membutuhkan pengelolaan lahan segera atau optimalisasi fungsi lahan pertanian agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan berproduksi tinggi serta memberikan manfaat ekonomi dan ekonomi bagi petani untuk mengatasi masalah tersebut. Di sisi sosial, untuk mencapai pertanian berkelanjutan dan memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

Baca juga : 10 Negara Jatuh Resesi Ekonomi akibat Pandemi

2. Menghemat Tempat

Sumber : petanidigital.id

Untuk lokasinya, Anda bahkan bisa memanfaatkan posisinya yang sempit. Di lahan yang sempit, Anda masih berpeluang sukses menjalankan usaha bertani ini. Untuk ukuran solusinya, wadah tergantung dari ukuran tanaman yang akan dibudidayakan.

3. Media Yang Digunakan Sangat Mudah

Sumber : tabloidpeluangusaha.com

Jika Anda ingin memulai usaha ini dari rumah, Anda bisa memanfaatkan benda-benda terdekat sebagai tempat bercocok tanam hidroponik. Misalnya, kendi, ember, cangkir, atau tempat lain akan membantu Anda mulai bertani.

Anda juga perlu mempertimbangkan untuk membungkusnya dengan aluminium foil, plastik atau cat pada wadah transparan untuk lebih memastikan bahwa cahaya tidak masuk, sehingga meminimalkan kemungkinan tumbuhnya lumut. Karena tidak menggunakan media tanah yang bisa memberikan kenyamanan lebih.

4. Membutuhkan Ketekunan, Berusaha Mencoba dan Belajar

Sumber : idetanamanhidroponik.blogspot.com

Dengan ketekunan dan ketelatenan, Anda akan mendapatkan perjalanan bisnis untuk mendukung masa depan tumbuh dengan menggunakan metode hidroponik ini. Dengan posisi yang cukup sederhana akan meningkatkan keinginan Anda untuk memulai bisnis ini.

Kebutuhan dekorasi juga akan menjadi faktor munculnya budidaya hidroponik yang bermanfaat ini. Pot bunga hidroponik dapat lebih leluasa untuk ditempatkan di setiap sisi rumah.

5. Hidup Tanpa Pestisida

Sumber : kabarberitaku.com

Jika Anda memiliki lahan yang luas, budidaya hidroponik ini akan lebih bermanfaat. Karena fakta ini juga akan semakin memberi Anda dukungan, jika kebutuhan nutrisi tanaman yang ditanam dengan sistem hidroponik dikelola dengan baik, mungkin pestisida tidak lagi dibutuhkan, sehingga dampaknya residu pestisida tidak akan digunakan lagi pada pembuangan air. media.

Hidroponik ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggunaan herbisida dan pestisida beracun, sehingga lebih ramah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang lebih sehat. Menanam hidroponik akan menghasilkan sayuran berkualitas tinggi tanpa residu kimiawi yang tentunya menyehatkan bagi seluruh keluarga.

Hidroponik tidak membutuhkan lebih banyak air daripada berkebun konvensional. Ini karena hidroponik tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Air hanya digunakan untuk menghantarkan unsur hara (sirkulasi) ke tanaman.

6. Dapat Menyesuaikan Lahan Dengan Tanaman

Sumber : sumsel.idntimes.com

Di lahan yang terbatas, terutama di perkotaan, hidroponik tampaknya bisa menjadi alternatif pertanian. Sistem ini memungkinkan sayuran ditanam di daerah subur atau sempit, daerah padat penduduk.

Selain itu, tanpa memandang musim, hidroponik dapat ditanam sepanjang tahun, sehingga harga hasil panen relatif stabil. Perawatannya juga mudah karena lahan pertanian lebih bersih dan media tanamnya steril.

Tidak hanya itu, prospek perkembangan teknologi hidroponik yang luas tidak hanya dapat memenuhi permintaan dalam negeri, tetapi juga merebut peluang ekspor.Untuk lahan yang cukup luas atau lahan kecil bisa menggunakan media hidroponik untuk bercocok tanam kembali.

7. Hidroponik jenis hortikultura, contohnya hidroponik cabe

Sumber : dekoruma.com

Jenis tanaman yang biasanya ditanam secara hidroponik berasal dari jenis hortikultura, terutama jenis sayuran yang dapat memberikan manfaat bagi para penanamnya. Cara tanam yang menggunakan hidroponik dapat mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat dengan cara menanam dan mengonsumsi produk hidroponik yang lebih sehat, karena tidak sering digunakan atau tidak digunakan pada saat proses tanam atau pada masa pengobatan (seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman).

Pupuk sintetis (sintesis pestisida kimiawi)), dan penggunaan teknologi hortikultura untuk menghasilkan tanaman cenderung memiliki ketahanan yang lebih kuat, karena kecukupan unsur hara dan unsur hara. Hal ini membuat konsumen semakin tertarik untuk mengonsumsi produk hidroponik yang sehat dan segar.

Hidroponik dapat memberikan hasil panen yang lebih tinggi karena proses budidaya mulai dari penaburan hingga panen dengan menggunakan hidroponik cenderung memakan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional.

Pemilik restoran dan supermarket kini lebih memilih tanaman hidroponik.Salah satu sayuran yang paling banyak dicari adalah cabe. Tanaman hidroponik cabe ramai peminat karena Hemat air untuk mencuci karena tanaman ini tidak terlalu kotor, Tidak menggunakan pestisida, Higienis karena tidak menyentuh tanah, Tidak diserang hama seperti ulat

8. Mempunyai 3 cara

Sumber : erakini.com

Perkembangan teknik budidaya dengan sistem hidroponik di Indonesia sangat beragam, dan sistem substrat merupakan sistem hidroponik pertama yang dikembangkan di Indonesia. Tidak jarang orang mengartikan hidroponik sebagai tanaman tanam tanpa menggunakan media tanah. Secara etimologis, hidroponik memiliki dua suku kata, yaitu kata “hydro” artinya air, dan “ponos” artinya tenaga.

Oleh karena itu, hidroponik dapat diartikan sebagai suatu sistem budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai media utamanya. Sistem budidaya tanaman dengan teknik budidaya hidroponik banyak digunakan di perkotaan, karena lahan pertanian tidak lagi mencukupi lahan konvensional untuk budidaya tanaman tradisional atau budidaya tanaman. Cara budidaya hidroponik :

a. NFT ( Nutrient Film Technique)

NFT adalah singkatan dari Nutrition Film Technology. Istilah film adalah karena tanaman tumbuh dalam tetesan yang mirip dengan lapisan film. Sistem ini paling mudah ditemukan saat Anda ingin belajar hidroponik. Konsep dasar dari NFT adalah suatu metode budidaya tanaman dimana sistem perakaran tanaman tumbuh pada lapisan hara yang dangkal dan bersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh air, hara dan oksigen yang cukup.

Sistem hidroponik NFT dapat memanfaatkan atau mengoptimalkan lahan yang tersedia di lahan terbatas. Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam sistem NFT. Pot langsung menyentuh dasar parit / parit drainase untuk langsung menyuntikkan air hara ke dalam akar atau media tanam. Parit dipasang pada sudut tertentu agar air nutrien dapat mengalir terus menerus dan tidak tertinggal di dalam parit.

Kemiringan parit biasanya 5-10 derajat. Air nutrien dalam sistem NFT mengalir terus menerus dan tipis, dan tidak ada penumpukan air di selokan, yang membedakannya dengan sistem hidroponik lainnya. Ini seperti menggali wastafel dari pipa berlubang. Akar tanaman langsung terkena air yang sudah mengandung unsur hara. Cocok untuk sayuran seperti bayam.

Keuntungan menggunakan sistem NFT:

Tanaman tumbuh lebih cepat dari sistem lain. Hal terpenting yang mendorong pertumbuhan lebih cepat adalah kebutuhan akar tanaman untuk mendapatkan cukup air, unsur hara dan oksigen. Kontak langsung dengan kandang dan media tanam di dasar parit akan membuat sistem perakaran langsung terpapar aliran nutrisi.

Sangat mudah untuk mengontrol status gizi. Kunci utama hidroponik adalah nutrisinya, jika suplai dan pengaturan nutrisi dapat dikontrol maka proses pertumbuhan akan ideal. Pengendalian nutrisi dapat dilakukan di waduk atau parit untuk mengetahui apakah nutrisi telah terdistribusi dengan baik.

Hampir tidak ada risiko endapan kotoran di rangkaian. Seperti disebutkan sebelumnya, air mengalir terus menerus tanpa pengendapan. Ini sangat menguntungkan karena sangat sedikit kotoran atau sisa nutrisi yang menempel pada parit.

Tanaman tumbuh merata, setiap tanaman mendapat nutrisi dan aliran air yang sama, sehingga pertumbuhan seluruh bagian tanaman merata. Hal ini juga akan sangat menguntungkan, karena keseragaman ini memungkinkan tanaman tumbuh maksimal, sehingga tidak ada lagi tanaman dominan yang mengganggu tanaman yang lebih kecil.

Kerugian mengggunakan sistem NFT :

Sistem NFT sangat bergantung pada listrik

Penyakit akibat jamur akan menyebar dengan sangat cepat di dalam air. Air nutrisi yang bersirkulasi akan dengan cepat menyebarkan jamur dan menyebar ke setiap tanaman. Oleh karena itu, jika seseorang terkena jamur, jamur akan cepat menyebar ke tanaman lain.

Investasi instalasi sangat mahal

Sistem hidroponik NFT ini membutuhkan penyangga / parit dengan permukaan dasar yang rata. Harga untuk pemasangan ini sangat mahal dan masih sulit untuk ditemukan. Air nutrien harus selalu mengalir atau bersirkulasi ke parit, sehingga pompa listrik harus terus digunakan untuk memompa air nutrien ke atas.

b. Wick System

Sistem Wick adalah sistem hidroponik yang paling sederhana. Pada prinsipnya sistem poros hanya membutuhkan satu batang untuk menghubungkan larutan nutrisi dalam wadah dengan media tanam. Sistem tersebut merupakan sistem pasif yang artinya tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi dihisap ke dalam media pertumbuhan dari bak / tangki penyimpanan melalui poros.

Menggunakan aksi kapiler pada batang, air dan nutrisi akan dapat mencapai akar tanaman. Mirip dengan NFT, pipa biasanya tidak digunakan sebagai saluran pembuangan, tetapi pipa tersebut dipotong menjadi dua.

Kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi air nutrisi dan cangkang buah.Sistem sumbu merupakan salah satu jenis sistem yang mudah dibangun ketika pertama kali mempelajari hidroponik. Sistem hidroponik ini sering digunakan oleh guru di kelas sebagai eksperimen anak-anak.

Keuntungan dari sistem wick:

Tanaman dapat terus menerus memasok air dan nutrisi
Biaya produksi murah
Tidak perlu air, memudahkan perawatan tanaman
Tidak bergantung pada listrik

Kekurangan dari sistem wick :

Air dan nutrisi yang diberikan tidak dapat dikembalikan ke waduk, sehingga lebih boros
Jumlah air yang diberikan akan sulit dikendalikan

c. Sistem tetes

Sistem irigasi tetes hidroponik adalah salah satu jenis sistem hidroponik yang bekerja dengan cara meneteskan tetesan unsur hara pada akar tanaman untuk menahan air sehingga dapat menghemat air dan pupuk. Tanam dalam kantong plastik yang diisi sekam padi. Kemudian tiriskan air yang mengandung nutrisi tersebut hingga beberapa tetes.

Ada dua jenis sistem irigasi tetes hidroponik:

Sistem resirkulasi

Ini juga bisa disebut irigasi tetes pemulihan, yang merupakan penggunaan kembali fitonutrien yang ditemukan dalam media air, yang telah diserap oleh akar tanaman. Kemudian akar tanaman basah akan kembali ke waduk dan didaur ulang melalui sistem hidroponik. Itu terus berputar dan berulang. Pada saat yang sama, unsur hara yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman, agar tanaman tumbuh dan berkembang lebih baik, karena mendapatkan hara yang tepat.

Sistem non-resirkulasi

Ini juga bisa disebut irigasi tetes non-daur ulang, yang menggunakan media berair yang telah memberi tanaman nutrisi yang tepat. Larutan nutrisi tidak akan didaur ulang dan digunakan kembali di reservoir. Hal ini dikarenakan dengan rutin menetes dan menyemprotkan air untuk memberikan hara sesuai kebutuhan tanaman. Orang atau petani memutuskan sendiri.

9. Modal minimal, untung banyak

Sumber : investasiuntung.com

Karena dalam kondisi yang sama, tanaman hidroponik dapat tumbuh 50% lebih cepat dibandingkan tanaman yang tumbuh di tanah. Ini karena tanaman hidroponik mendapatkan makanannya langsung dari air yang kaya nutrisi (nutrisi dan pH dikontrol).

Keadaan ini pula yang membuat tanaman tidak membutuhkan akar yang besar untuk mencari unsur hara. Oleh karena itu, lebih sedikit energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar, dan sisa energi dapat dialihkan ke bagian tanaman lainnya.

Tanaman hidroponik yang dihasilkan juga bisa tumbuh sehat, kuat dan bersih.Misalnya selada. Ongkos per kilogram selada: Rp 20.000, sedangkan harga supermarket Rp 35.000. Anda telah mendapatkan 15.000 per kilo.

Bayangkan jika Anda bisa membuat 1 kuintal atau bahkan 1 ton selada per bulan. Untuk menghasilkan satu ton selada, Anda membutuhkan tenaga kerja.

Baca juga : Mau Investasi Bisnis Kripto? Ini 12 Rekomendasi Cryptocurrency Tahun 2021

10. Mengembangkan bisnis penjualan dekorasi hidroponik

Sumber : news.indotrading.com

Bahkan dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia menjadi semakin beragam. Sesuai dengan kebutuhan tanaman salah satunya adalah sistem hidroponik. Beberapa orang tidak hanya menggunakan hidroponik sebagai pengembang bisnis global untuk makanan.

Beberapa di antaranya justru menggunakan sistem hidroponik sebagai dekorasi rumah yang menambah kesan mewah, namun tetap sangat sederhana. Inilah mengapa semakin menarik konsumen dan membuka peluang bisnis untuk fokus bekerja.

Karena tidak ada yang mustahil. Jika butuh waktu lebih lama maka sistem hidroponik akan menjadi lebih global karena sistem dan metode yang bisa dipelajari. Tentunya selain itu, fokus situs tidak hanya akan menjadikan lahan kecil saja. Dari konsumen atau pengusaha kecewa.